Text

Devy malam ini terdiri dari :

Nasi ayam rica-rica : Black Romantik, Ganyang
Sandwich isi tuna : labtek biru
Sagoe jamur original : labtek biru
Crepes blueberry-pisang-keju : GKU Barat
Keripik lidi super pedas : labtek biru
Seblak komplit pedas : dekat BIP
Nasi+ayam+buncis+olahan-kulit-singkong masakan mamanya Deph : rumah Dephnisa, Pasir Impun
Air putih 4 botol : tempat minum bawaan

Ya Allah, ampuni hamba *o*

*saatnya bertobat, Dev!

Text

Hidup itu berjuang

Ah, hari ini sungguh melelahkan sekali, berkutat dengan cairan NH4OH yang membingungkan tubuh (pusing, seperti otak diserang), TA yang belum nemu ujungnya, menghabiskan waktu berjalan berpuluh kilometer melewati perbatasan bandung di atas motor beroda dua, belum lagi pikiran yang dipaksa terus-menerus bekerja, memikirkan anggaran bisnis yang belum kelar-kelar, materi pelajaran dan video inspiratif apa yang akan aku sampaikan ke adik-adik lucu itu, gamais dan segala tetek bengeknya, atau memikirkan emulator watsapp yang kemarin malam bisa tapi hari ini ga kebuka, dan akhirnya berkesempatan bertemu kasur di pukul segini, ah, Allah, sungguh Engkau Pemilik segala puji!

Aku membayangkan, jika aku menelpon dan mengatakan kepada ayah, (bahwa aku lelah), aku tahu persis apa yang akan dikatakannya, seperti sebelum-sebelumnya, ‘udah betul itu, I. Hidup itu berjuang. Perjuangan itu melelahkan. Kalau ngga, namanya liburan’. Dan ya, aku tahu persis, liburan ga akan mengantarkanku kemana-mana. Atau jika aku terus merengek seperti meminta dikasihani, ayah akan bilang, seperti pekan lalu,’ emang Ai berharap ayah ngomong apa?’ Lalu aku akan bingung, ‘Yaa.. Sesuatu, yang ngebuat ai termotivasi’ ‘emang Ai sedang ga termotivasi? mau menyerah ? Mau berhenti? Ga ada yang memaksa ai melakukan itu semua’ Lalu aku akan buru-buru berkata, ‘nggak! Ai ga pernah berpikir kayak gitu! Ai ga akan nyerah,Yah. Ai cuma cerita aja, kalau hari ini ai cape, bukannya ai mau berhenti, syukur-syukur dapat tambahan energi karena ayah motivasi’. Lalu ayah akan menyimpulkan, ‘ayah ga bisa ngomong apa-apa, karena ai udah punya semua kalimat motivasi yang ai butuhkan’. lalu, sama seperti kalimat penutup yang juga akan disampaikan mama setiap menelpon, ‘beresin TA cepat, jadi ai bisa fokus bisnisnya dan segala urusan lain-lainnya itu, oke!?’ Lalu percakapan usai.

ah, aku tahu ayah itu pembicara dan motivator yang hebat sekali, aku sering melihat ayah mengisi acara diklat para PNS atau ca-PNS, atau pegawai-pegawai itulah di pemerintahan Provinsi, tentang etos kerja, profesionalisme, kepemimpinan, blabla, tapi ia memilih untuk tidak mengatakan sekalimat pun padaku.

Tapi kalian tahu, aku justru merasa itu kalimat yang tepat yang aku butuhkan, karena aku menjadi merasa sangat-sangat sangat dipercaya, bahwa aku jauh lebih baik dibanding semua orang-orang yang dipaksa duduk di depan ayah mendengarkan presentasinya, bahwa aku bahkan tak perlu diberi sekalimat apapun. seperti dia mengatakan, bahwa dia percaya aku tidak akan berhenti, semudah itu. Ah, rasanya itu kalimat motivasi terbaik yang pernah aku terima.

Dan aku tidak jadi menelpon, malam ini.
Tidur saja.
Terima kasih ya Allah, sampaikan salam terindahku pada rasulullah.
assalamualaikum..

Text

Vision of The Future

Dimasa - masa ini, aku banyak mendapati teman - teman disekitarku mulai bingung bertanya apa hal selanjutnya yang akan mereka lakukan.

Fenomena ini sebenarnya membuatku cukup heran, aku tak menyangka bagaimana mungkin orang-orang khawatir apakah mereka akan mendapatkan pekerjaan atau tidak, disaat dunia sepertinya sangat butuh untuk dibenahi, bukannya itu artinya begitu banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan, bagaimana mungkin orang-orang bingung karena kekurangan pekerjaan?

Aku mencoba memflashback 21 tahun hidupku, lalu mulai berpikir, apa aku pernah mengalami masa tak tahu apa yang sedang dan akan aku lakukan, dan aku sungguh tak ingat satu masa pun. Yang aku tahu, aku selalu gelisah memikirkan begitu banyak hal yang seharusnya aku capai, tapi belum berhasil atau belum aku perjuangkan. Pertanyaannya selalu seputar ‘cara yang mana?’ Atau ‘bagaimana?’ Tidak pernah ‘apa?’ atau ‘ngapain?’

Ayah dan mamaku mungkin merasa aku anak yang punya masalah dengan ‘mimpi yang terlalu’, tapi mereka juga pernah mengatakan bahwa tak ada mimpi yang terlalu tinggi, dan aku ingat sekali, ayah mengulang-ngulang untuk tidak menutup pintu peluang lain ketika melihat masa-masa aku begitu fokus dan ngotot mencapai satu hal. Jadi sejak kecil, aku tahu persis aku ‘berhak’ untuk memimpikan banyak hal, untuk menjadi apapun yang aku mau, dan tidak ada langit yang cukup jauh untuk jadi batasnya. Dan tidak pernah sedetikpun aku tumbuh dengan meragukan hal ini.

Hal yang ingin aku sampaikan malam ini adalah, kawan, kau punya mimpikan? Tidak usah bingung, tidak perlu galau, perjuangkan! Dan percayalah, percayalah pada Allah, meski belum berhasil sekarang, bersabarlah, dan teruslah berjuang, hingga pertolongan Allah datang :) Pertolongan Allah selalu datang untuk orang - orang yang punya cita - cita suci dan mulia di hatinya. Jadi apa yang kau takutkan? berjuang saja!

make a vision and set a goal, then never stop trying!

Text

Putri Kecil

Hari ini aku mengikuti acara sejenis, emm, sebut saja seminar Parenting yang sepekan lalu aku ‘iya’kan tanpa mikir panjang ketika Fathe menawarkan.

Seminar yang hebat. Banyak teori dan contoh aplikatif yang diajarkan disana, terutama, cara untuk menghadapi anak. Aku membandingkan dengan bagaimana aku dididik di rumah dan terkagum-kagum mendapati bagaimana orangtuaku hampir melakukan segala yang seharusnya dilakukan, dan tidak melakukan hal yang sering sekali jadi kesalahan para orangtua, padahal mereka mungkin tidak pernah hadir acara sejenis ini. Aku penasaran dari mana mereka mempelajari itu semua.

Lalu aku bergidik ngeri membayangkan bisa jadi aku adalah seorang anak terpilih yang sangat beruntung dengan keluarga penuh support dan tumbuh di lingkungan yang sangat baik tapi aku tidak memanfaatkan itu!? Oh tidak, aku jelas-jelas tidak boleh menjadi anak biasa saja.

Bakal berargumen apa ketika Allah jelas-jelas telah memberikan seluruh source yang kau butuhkan untuk menjadi manusia berguna di Bumi, tapi kau berakhir menjadi orang biasa bahkan mungkin cenderung berstatus beban masyarakat, seseorang yang harus negara tanggung makan, hidup, dan pendidikannya.

Oh tidak, aku benar-benar tidak boleh menjadi manusia biasa saja!

*tak lama kemudian, aku sadar bahwa aku menghadiri acara ini masih sebagai seorang ‘anak’, aku terus membanding-bandingkan isi seminar itu dengan apa yang ayah-mama lakukan kepada kami di rumah, alih -alih mengingat dan mencatatnya untuk aku terapkan nanti ketika aku menjadi ibu.

Menjadi ibu? #uhuk rasanya menuliskannya saja bulu kudukku sudah merinding, ntah geli ntah ngeri. But it’s a must! *

Text

Manusia terkuat

Rasulullah menceritakan tentang manusia terkuat di Bumi, bukan dia yang selalu menang ketika bergulat, tapi dia yang mampu menahan amarahnya.

#bethestrongest!

“Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki.
(HR. Abu Daud)